Jumat, Juni 18, 2021

Bersiap Menuju TV Digital


Beberapa waktu yang lalu, kabar terkait dengan pelaksanaan ASO (analog switch off) telah didengang-dengungkan yang oleh karena satu dan lain hal harus diundur beberapa tahun pelaksanaan migrasi dari siaran tv analog menuju ke siaran tv digital. Waktu itu telah ada beberapa stasiun televisi nasional yang telah melakukan uji coba di saluran digital DVBT2. Artikel pernah Saya tuliskan dengan berjudul menengok geliat siaran televisi digital terestrial.

Oiya bagi kamu yang masih bingung apa sih tv digital itu, tv digital terestrial DVBT2 sama halnya seperti siaran tv analog yang dipancarkan dari stasiun televisi kemudian dapat ditangkap dengan antena UHF atau antena digital. Jadi praktek pancarannya berbeda dengan tv digital yang bisa ditangkap dengan perangkat antena parabola ya.

Namun gambar yang dihasilkan oleh tv digital sama antara terestrial dan parabola. Keuntungannya adalah gambar yang diterima pesawat televisi menjadi bening tanpa semut seperti yang ada pada siaran tv analog.

Tujuan dari proses migrasi TV analog ke digital ini adalah upaya mendukung optimasi layanan telekomunikasi seluler. Terutama di pita frekuensi 700 MHz yang selama ini digunakan untuk siaran TV analog, akan dialihkan untuk kebutuhan broadband, yang dalam hal ini berada di tangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Silahkan baca juga deretan smartphone 5G di Indonesia.

Jadi, pesawat tv lama nggak bisa menangkap siaran tv digital dong?

Bisa saja bro, televisi produk lama atau tv LED ada yang belum dibekali dengan kemampuan tv digital. Namun meskipun demikian kamu tidak harus menaruhnya ke gudang ya karena tetap bisa digunakan untuk menangkap siaran tv digital.

Syaratnya adalah harus dengan menambahkan perangkat STB (set top box), dan antena tetap bisa menggunakan antena UHF yang telah ada. sehingga kamu tidak perlu membeli perangkat tv baru ya. STB adalah alat untuk mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV Analog biasa.

Pernah ada wacana bahwa pemerintah nantinya akan membagikan STB secara gratis, namun untuk teknisnya Saya kurang begitu paham. Namun jika ingin membeli sendiri juga cukup mudah dan bahakan di toko online banyak yang menjualnya dengan harga yang bervariasi.


Jika kamu berencana memboyong televisi baru, sebaiknya membeli perangkat televisi yang sudah mendukung fitur tv digital DVBT2 sehingga tidak perlu STB lagi, Jadi lebih praktis kan. Namun meskipun demikian televisi yang sudah mendukung fitur tv digital tetap membutuhkan antena UHF/digital untuk menangkap siaran ya.


Cara menggunakan STB juga cukup mudah, dan cara pengaturannya kurang lebih sama antara STB satu dan lainnya yang berlainan merek. Sebagai contoh Saya menggunakan STB merek Xtreamer dan caranya adalah sebagai berikut :

  • Hubungkan STB dengan tv, bisa menggunakan sambungan HDMI maupun AV
  • Pada perangkat tv, sesuaikan sumber masukan yang digunakan seperti HDMI atau AV
  • Tekan tombol "Menu" pada remot STB, lalu cari opsi "Pencarian Saluran" dan klik "Pencarian Otomatis"
  • Tunggu saja proses pencariannya hingga selesai
  • Setelah proses pencarian sudah selesai, kemudian opsi "Simpan"
  • Selesai, kamu sudah bisa menikmati siaran tv digital yang tertangkap oleh perangkat yang kamu miliki.

Sebagai tambahan, pada STB Xtreamer jika ingin menghapus daftar siaran televisi mengharuskan untuk memasukkan 4 digit PIN dan PIN default-nya adalah 0000. Silahkan lihat juga video di bawah ini :



Kapan siaran televisi beralih ke siaran digital?

Nah di tahun ini direncanakan akan mulai menghentikan siaran televisi analog (Analog Switch Off/ASO) secara bertahap oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mudah-mudahan saja tidak meleset lagi ya. Baca juga cara cek siaran tv digital di Android.

Untuk jadwal pelaksanaan ASO sendiri dibagi menjadi lima tahap, di mulai tahap pertama akan dilaksanakan paling lambat pada 17 Agustus 2021 dan berlanjut hingga tahap akhir yan dijadwalkan selesai pada 2 November 2022.

Pada tahap pertama ini nantinya Kominfo akan mematikan siaran televisi analog di sejumlah wilayah di Aceh, Riau, Banten, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Sehingga dengan demikian mulai tanggal 17 Agustus 2021 masyarakat di wilayah-wilayah tersebut tidak bisa lagi menerima siaran televisi analog dan harus beralih ke siaran digital.

Untuk tahap selanjutnya berlaku pada daerah-daerah yang telah dijadwalkan sehingga nantinya siaran analog akan dimatikan untuk semua wilayah dan harus beralih ke siaran tv digital. Baca juga promo tv kabel murah.

Nah bro, perangkat televisi keluaran terbaru yang sudah mendukung fitur tv digital mudah ditemukan baik di toko elektronik secara offline maupun online. Jika kamu mencari televisi yang sudah support tv digital dikisaran harga satu jutaan, berikut beberapa diantaranya yaitu :

  • LED TV LG 32LK500 32 inci, tv ini sudah dilengkapi dengan fitur teknologi DVBT2 dan juga terdapat port USB untuk mengakses beragam file dari flashdisk baik berupa lagu, gambar maupun film. Layarnya sudah mengusung panel berjenis IPS yang memiliki resolusi gambar HD
  • Coocaa LED TV 24D3A 24 inci, televisi ini memiliki layar LED seluas 24 inci dengan resolusi HD (768 piksel). Konektivitasnya juga cukup lengkap yaitu satu buah port HDMI, satu buah port USB dan VGA serta dukungan audio Dolby audio plus
  • LED Panasonic TH 32F302G 32 inci, layar seluas 32 inci beresolusi HD Ready (1.920 x 1.080 piksel) dalam balutan yang bezel tipis. Televisi ini selain dapat menangkap siaran tv digital juga dapat untuk menonton file film karena sudah ada port USB dan HDMI
  • Toshiba TV LED 32L3750 32 inci, memiliki layar seluas 32 inci (1.920 x 1.080 piksel) dan juga sudah mendukung fitur teknologi DVB-T2 dan analog
  • LED TV Samsung UA32N4003 32 inci, memiliki layar seluas 32 inci beresolusi HDR. Juga telah tersedia port HDMI dan USB

Oke bro, jika kamu tidak ingin melewatkan hiburan siaran televisi sebaiknya kini mulai bersiap menuju TV digital dan mengucapkan selamat tinggal siaran tv bersemut.