Mengenal Jenis-Jenis Sepeda, Mana Pilihan Kamu?


Bersepeda atau gowes sepertinya sudah menjadi tren tersendiri akhir-akhir ini. Warna-warni sepeda dengan segala jenisnya sudah menjadi pemandangan yang biasa dijalanan. Tak hanya pada saat weekend saja, namun hampir setiap hari bisa melihat para goweser ini melintas dijalanan pada saat pagi, siang maupun malam.

Mungkin saat ini sahabat Kangagos sudah mempunyai sepeda favorit yang menemani gowes menembus jalanan. Atau mungkin saja masih mencari-cari informasi kira-kira jenis sepeda apa yang cocok untuk digunakan?

Jenis-Jenis Sepeda

Sepeda sudah ada sejak dulu kala yang bahkan sepeda pernah di pungut pajak, di daerah Saya disebut dengan "peneng sepeda". Namun kita tidak akan membahasnya, karena disini Kangagos akan memberikan informasi mengenai keseruan bersepeda dan juga jenis-jenis sepeda. Di artikel lain telah dibahas tentang tips aman dan nyaman saat bersepeda di masa new normal.

Para pecinta sepeda atau goweser selalu bermunculan di setiap jaman dan bahkan juga terdapat komunitas-komunitas sepeda untuk saling bertukar informasi dan juga berbagi keseruan. Biasanya kelompok gowes ini berkumpul berdasarkan pada ketertarikan pada masing-masing jenis sepeda. Berikut ini jenis-jenis sepeda yang biasa kita temui disekitar kita yaitu :


1. Sepeda Gunung (MTB)

Sejatinya Sepeda gunung Mountain Terrain Bike (MTB) ini dirancang dan didesain yang ditujukan untuk digunakan menyusuri jalanan yang terjal, bebatuan dan medan yang berat seperti di perbukitan atau di pegunungan. Sepeda jenis ini pertama kali diperkenalkan pada sekitar tahun 1970 di San Francisco.

Pada sepeda gunung biasanya ciri yang melekat seperti frame atau rangka dengan pipa yang lebih besar sehingga akan kuat dan tangguh ketika diajak menyusuri jalanan yang terjal penuh tantangan. Rangka yang kokoh ini dipadukan dengan roda berukuran 26 inchi dengan tapak ban yang lebar sehingga akan dapat menaklukkan medan terjal yang dilalui.

Selain itu sepeda jenis MTB ini dibekali dengan suspensi dan juga komposisi 3 gear depan dan 7-10 gear belakang. Dengan demikian goweser bisa mengatur penggunaan gear sesuai dengan kebutuhannya.

2. Sepeda Lipat (Folding Bike)

Ini merupakan salah satu jenis sepeda yang sedang naik daun saat ini. Penggunaan sepeda lipat atau folding bike ini dinilai sangat praktis karena mudah dilipat dan juga mudah dibawa kemana-mana.

Sepeda lipat mulai marak ketika masyarakat mulai ramai-ramai menggalakkan bike to work. Sepeda lipat dinilai sangat cocok ketika digunakan untuk bike to work karena sesampainya ditempat kerja, sepeda ini bisa langsung dilipat sehingga tidak memerlukan tempat parkir secara khusus.

Sesuai dengan namanya, sepeda lipat atau disebut juga dengan seli ini mempunyai engsel pada rangkanya untuk keperluan melipat sepeda sehingga bisa lebih ringkas. Dengan demikian jika ditengah perjalanan terasa lelah saat berangkat ke kantor atau pulang kantor, sepeda ini bisa dilipat saat menggunakan angkutan umum/transportasi publik. Terkait dengan bagaimana cara melipat, saat ini terdapat banyak varian sepeda lipat dengan beragam juga cara lipatnya.

Seli adalah merupakan salah satu jenis sepeda yang sedang naik daun karena kepraktisannya, juga banyak artis yang menggunakannya. Untuk sepeda jenis ini ada pula lho yang harganya mencapai puluhan bahkan ratusan juta seperti merk yang itu tuh hehee. Yah boleh dibilang seharga mobil lah. Penasaran dengan harganya? Kamu bisa cek harga sepeda lipat di sini.

Sepeda lipat ini mempunyai beberapa pilihan ukuran ban yang digunakan mulai dari ukuran 12 inchi dan dianjurkan untuk digunakan pada jalanan yang rata seperti aspal atau beton, hindari menggunakan sepeda jenis ini untuk melewati medan yang berat.

3. Sepeda Balap

Sesuai dengan namanya, sepeda ini dirancang dengan tujuan digunakan untuk balapan/race. Oleh karena itu sepeda jenis ini mempunyai bobot yang ringan jika dibandingkan dengan sepeda jenis lainnya.

Namun jangan salah, meskipun berbobot ringan tetapi rangka sepeda balap dibuat dengan menggunakan bahan pilihan sehingga tetap kokoh dan kuat. Ciri khas yang melekat pada sepeda balap adalah terlihat dari bentuk stang yang digunakan, yaitu melengkung pada bagian ujungnya agar pengguna bisa mencapai kecepatan yang maksimal dengan cara merendahkan tubuhnya.

Untuk jenis sepeda balap itu sendiri terdapat varian pilihan yaitu sepeda balap jenis aero, endurance, dan lightweighter. Goweser bisa menjatuhkan pilihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

4. City Bike

City bike atau biasa disebut juga dengan sepeda mini atau sepeda keranjang ini biasanya digunakan untuk jarak tempuh yang tidak jauh alias disekitaran rumah saja. Juga penggunaanya sebaiknya pada jalanan yang rata dan halus.


Cirinya adalah bentuk rangka yang modelnya menurun sehingga memudahkan untuk goweser perempuan dalam mengendarainya. Biasanya juga terdapat aksesoris seperti keranjang yang menempel pada rangka sepeda.

5. Sepeda Onthel

Nah sepeda jenis ini terlihat sangat menarik dan terdapat komunitasnya juga lho terbukti dengan acapkali menjumpainya melintas dijalanan secara rombongan.

Saat bertemu dengan rombongan sepeda onthel atau ada juga yang menyebutnya dengan sepeda kebo, bayangan ini seakan berada pada jaman dulu apalagi jika para gowesernya menggunakan atribut dan aksesoris tempo doeloe juga. Keren deh.

Bicara soal sepeda ini, Simbah Kangagos dulu pernah memilikinya namun sekarang entah dimana keberadaannya. Seandainya sepeda tersebut masih ada, pasti sudah Saya rawat dan diajak muter-muter meskipun di sekitaran rumah saja hehee.

Oiya sepeda ini mempunyai roda dengan ukuran 28 inchi yang juga ditopang dengan material yang berkualitas, kokoh dan kuat. Secara sepeda ini produk jaman dulu ya.

Dengan ppenggunaan roda yang berdiameter besar membuat sepeda ini jadi tinggi, ditambah lagi dengan posisi stang sepeda yang juga tinggi. Sehingga goweser terkesan gagah dan duduk dengan tegak saat mengendarainya. Untuk aslinya, sepeda ini dilengkapi dengan dinamo di bagian roda depan yang fungsinya untuk menyelakan lampu. Keren yak.

6. Sepeda BMX

Sepeda jenis BMX yang merupakan singkatan dari bicycle moto cross(X) terinspirasi dari olahraga populer motocross yang kerap menampilkan atraksi seru yang menarik dan juga atraksi-atraksi ekstrem.

Olahraga BMX menjadi populer dalam waktu yang singkat (sekitar tahun 1960-an) karena disamping imbas kepopuleran olahraga motocross, juga karena olahraga BMX dikenal murah, seru dan bisa dilakukan dimana saja seperti sekitar tempat tinggal bersama dengan teman-teman.

Olahraga BMX hingga kini tetap banyak penggemarnya dan juga banyak yang menggelutinya. Indonesia juga mempunyai banyak atlit olahraga BMX lho. Untuk olahraga BMX mempunyai kategori cabang yaitu :



  • BMX Supercross

BMX Supercross (SX) ini merupakan olahraga BMX yang berupa balapan dan berlangsung di sebuah trek atau sirkuit dengan jarak 350 meter dengan masing-masing delapan pembalap. Uniknya, permulaan pada balapan ini atau garis start berada di ketinggian delapan meter dan kemudian saling berpacu melewati jalur yang datar dan juga sudut yang membelok.

  • BMX Freestyle

Cabang olahraga BMX ini juga tak kalah menariknya lho. Pada cabang BMX Freestyle terdapat anak cabang lagi yaitu street, falt, dirt, vert dan park. Mana ya ya yang paling seru? Seru semua sih. Pada Cabang BMX Freestyle ini sebagaimana kalau kita lihat beratraksi menggunakan sepeda BMX dengan cara mengangkat, melompat, berputar dan atraksi menarik lainnya.

Dalam sebuah perlombaan BMX Freestyle, pemenang didasarkan atas penilaian atraksi peserta dari para juri. Penilaian tersebut meliputi orisinalitas, tingkat kesulitan dan juga gaya atraksi.

7. Fat bike

Mudah untuk engenali sepeda jenis ini hanya dengan melihat ukuran ban yang tidak seperti biasanya pada sepeda umumnya. Yup fat bike menggunakan ban yang mempunyai ukuran jumbo.

Meskipun mempunyai ukuran ban yang besar namun sepeda ini bisa digunakan pada berbagai medan seperti jalanan rata, pasir, tanah basah, bebatuan dan lainnya. Karena sepeda fat bike ini terilhami dari sepeda gunung atau MTB.

Penggunaan ban dengan tapak lebar yang bisa hingga 5 inchi ditujukan untuk mengarungi beragam medan seperti tersebut diatas. Ban dengan tapak lebar bermanfaat untuk menambah keseimbangan, dapat memberi traksi yang ebih besar sehingga tidak mudah terpeleset.

Mungkin saja keuntungan-keuntungan tersebut akan dibayar dengan rasa berat saat mengayuhnya. namun jangan kuatir karena sepeda jenis fat bike mempunyai komposisi gear yang bisa di atur penggunaannya.

8. Sepeda minions

Jenis sepeda yang satu ini cocok untuk bernostalgia. Kangagos dulu pernah mempunyai sepeda jenis ini, bukan dibelikan oleh ortu sih namun dpat hibah dari saudara. Kita dulu menyebutnya dengan nama sepeda mini.

Pada jaman kecil dulu, sepeda jenis ini penggunanya rata-rata perempuan, namun oke juga buat laki-laki. Belum lagi sepeda ini sangat tangguh lho karena pada waktu itu buat atraksi kecil-kecilan juga tidak ada masalah pada rangkanya.

Namun sepeda mini saat ini sangat keren-keren lho dengan modif yang sesuai dengan jaman sekarang. Duh jadi tergoda untuk memilikinya lagi nih hikhikkss.

Oiya penyebutan minions ini karena adanya komunitas pecinta sepeda mini di Indonesia yang lahir sekitar tahun 2018 lalu. Namun komunitas ini berkembang sangat pesat hingga ke berbagai penjuru daerah di tanah air.

Itulah beberapa deratan jenis sepeda yang ada. Nah jika kamu sedang mencari sepeda untuk keperluan gowes agar tubuh tetap sehat dan bugar, kamu bisa menyesuaikan jenis sepeda dengan kebutuhan dan keinginanmu. Semoga bermanfaat dan salam gowes.