Dropship Atau Reseller



Pilih Dropship Atau Reseller. Bisnis online belakangan ini semakin digemari dan diminati berbagai kalangan, baik itu pelajar, pekerja, maupun ibu rumah tangga. Karena dengan berbisnis online bisa mendapatkan tambahan penghasilan meskipun hanya berada dirumah saja. Dan jam kerja dalam bisnis online itu sangat fleksibel, tidak terikat waktu.

Online shop menjamur dimana-mana, di grup BBM, WA, maupun digrup-grup sosial media lainnya. Ibarat jamur yang tumbuh di musim penghujan saja ya.

Perbedaan dropship dan reseller 

Di artikel sebelumnya saya sempat membahas terjun ke bisnis online, siapa takut menggambarkan semakin maraknya bisnis online shop ini.

Hal ini terjadi seiring dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi, internet, gadget, dan faktor pendukung lainnya. Pembeli juga semakin dimudahkan untuk mencari dan membeli sebuah barang, tidak perlu keluar rumah untuk mendapatkan barang.

Karena ada online shop yang juga memberikan service COD ( Cash on Delivery ), barang diantar baru dibayar. Enak ya.
Bagi pelaku bisnis online ini ada kemudian ada istilah yang sering muncul yaitu Dropship dan Reseller. Lalu apa sih pengertian dan perbedaan antara Dropship dan Reseller itu? Mari kita bahas satu per satu, baca juga Banyak Cara Untuk Mendapatkan Uang Dari Blog.

Dropship 

Dropship adalah salah satu cara untuk terjun ke bisnis online. Dropship adalah cara menjual barang tanpa harus memiliki barang itu sendiri. Lho kok bisa gitu? Iya hal ini dikarenakan dropshipper hanya memasarkan produk atau barang yang dimiliki orang lain kepada calon pembeli.

Dropshiper tidak perlu memiliki stok barang, tetapi dropshipper harus memiliki pengetahuan yang lebih terhadap barang yang akan di pasarkannya nanti. Keuntungan menjadi dropshipper adalah tidak perlu memiliki modal sama sekali. Lalu dari mana keuntungan yang didapat oleh seorang dropshipper?

Cara kerja dropship adalah menghubungkan penjual dan pembeli. Barang dikirim langsung oleh penjual ke pembeli. Namun secara pembayaran sedikit berbeda, yaitu dana dari pembeli diberikan kepada dropshipper, kemudian baru dropshipper memberikan dana ke penjual.

Kelemahan sistem dropship adalah dropshipper tidak mengetahui keadaan stok barang yang di promosikannya. Bisa jadi ada orderan masuk, namun stok barang di penjual sedang kosong. Keuntungan dropshipper adalah selisih harga yang di dapat dari harga penjual ke dropshipper dan harga dari dropshipper ke pembeli. Cukup menarik bukan?

Reseller 

Sistem reseller sedikit berbeda dari sistem dropship. Disini reseller perlu memiliki modal untuk membeli sejumlah barang dari suplier. Dengan begitu reseller memiliki stok barang sendiri. Biasanya reseller mengambil semakin banyak jumlahnya, maka akan mendapatkan harga yang semakin murah pula.

Dengan demikian peluang reseller untuk mendapatkan untung yang besar terbuka lebar. Keuntungan lainnya dari reseller adalah, pelaku reseller bisa mengontrol jumlah stok barang yang dimilikinya untuk ditawarkan ke calon pembeli. Jadi meminimalisasikan ada orderan yang masuk sementara stok barangnya kosong.

Untuk memperluas pangsa pasarnya, reseller juga bisa merekrut dropshipper untuk membantu memasarkan stok barang nya.

Nah dari paparan perbedaan antara Dropship dan Reseller di atas ini kita jadi mengetahui perbedaan diantara keduanya. Semoga bermanfaat.