Adopsi Hutan Sebagai Bentuk Kepedulian Untuk Melestarikan Hutan


Hutan merupakan paru-paru dunia, yang mana bila pada manusia paru-paru ini adalah merupakan organ vital untuk memastikan ada tidaknya kehidupan pada manusia. Jadi kehadiran hutan ini sangatlah penting karena untuk menjamin kelangsungan hidup dari semua penghuni planet bumi ini sebagai penyokong oksigen dan udara yang bersih. Apa jadinya jika hutan ini berangsur-angsur punah dan berganti dengan lahan perumahan atau pabrik?

Tentu kehidupan dimuka bumi akan kacau karena akan terdapat karbondioksida yang menumpuk dan kekurangan jumlah oksigen yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup termasuk manusia. Oleh karena itu sangat penting untuk tetap menjaga kelestarian hutan demi keberlangsungan hidup kita dan anak cucu kita kelak.

Keanekaragaman hayati hutan

Indonesia sebagai negara tropis mempunyai hutan terluas ketiga didunia yang umumnya merupakan hutan hujan tropis dengan pepohonan yang menjulang tinggi dan mempunyai iklim yang hangat. Apakah kita bangga dengan hal tersebut?

Jelas kita sangatlah bangga apalagi hutan juga menghasilkan produk-produk kebutuhan kita yang sangat bermanfaat seperti kayu, produk non-kayu, obat-obatan, buah-buahan dan lain sebagainya. Hutan merupakan rumah yang nyaman bagi hewan-hewan dengan beragam spesies yang tinggal didalamnya. Jadi hutan tidaklah hanya sekadar pepohonan saja namun terdapat banyak sekali jenis flora dan fauna yang bernaung disini yang mana kita wajib untuk menjaganya.

Kebanggan akan kekayaan keanekaragaman hayati hutan tersebut menjadi tiada artinya jika kita tidak peduli terhadap kondisi hutan dan tidak melakukan apapun untuk keletariannya. Padahal hutan telah memberikan penghidupan yang baik kepada kita semua.

Hutan dapat melindungi kita dari bahaya banjir karena akar dari pepohonan yang ada akan menyerap air sehingga tidak sampai meluber ke area pemukiman. Hutan juga dapat mencegah terjadinya longsor. Namun hutan juga rentan dengan ancaman penebangan liar dan kebakaran sehingga hutan menjadi gundul dan ekosistem didalamnya menjadi rusak. Apakah kita akan diam saja?

Bicara soal melestarikan keanekaragaman hayati hutan bukanlah untuk saat ini saja namun juga untuk kepentingan anak cucu kita. Tentu kita semua tidak mau mewariskan kondisi hutan dan bumi yang rusak kepada generasi penerus kita kan?

Penanaman bibit-bibit pohon harus jalan terus untuk mengantisipasi pohon yang roboh karena sudah tua sehingga kondisi tanah akan tetap terjaga dan kekayaan hutan beserta isinya tetap terlindungi dengan baik.

Adopsi hutan untuk melestarikan hutan

Hutan merupakan sumber kehidupan yang mana semua makhluk hidup bergantung terhadapnya jadi bagaimanapun juga kelestarian hutan wajib dijaga. Siapa yang harus menjaganya? Siapa lagi kalau bukan kita.


Oleh karena itu sangat penting kiranya untuk selalu mengkampanyekan dan gerakan sosialisasi melindungi hutan. Seperti pada saat peringatan Hari Hutan Indonesia di tahun 2020 yang mengambil tema hutan kita juara adalah bertujuan untuk peduli terhadap kondisi hutan kita kini dan nanti. Hari hutan Indonesia yang diperingati setiap tangga 7 Agustus setiap tahunnya sebagai upaya untuk selalu mengingatkan kepada kita semua akan peran penting hutan untuk kehidupan kita semua.

Hari Hutan Indonesia menjadi momentum untuk merayakan hutan hujan tropis Indonesia termasuk juga segala kekayaan yang terkandung di dalamnya sepert air dan udara bersih, habitat berbagai flora fauna, sumber pangan, bahan obat-obatan, penyerapan karbon, hingga akar kebudayaan. Dengan adanya Hari Hutan Indonesia ini menjadikan semua orang akan fokus baik pikiran maupun usaha-usaha manusia untuk melestarikan hutan akan terasa lebih menyenangkan.

Para penjaga hutan, warga yang tinggal di area sekitar hutan, dan para aktifis lingkungan tak henti-hentinya berupaya untuk menjaga keberlangsungan fungsi hutan. Bagaimana dengan kita yang mungkin saja bertempat tinggal jauh dari hutan?

Bagaimana cara kita untuk turut serta melestarikan keanekaragaman hayati hutan untuk kepentingan bersama?

Untuk mengakomodir niat baik tersebut maka dibentuklah gerakan adopsi hutan sehingga semua orang bisa berperan serta dalam menjaga hutan agar tetap sesuai dengan fungsinya.

Lewat gerakan adopsi hutan sebagai bentuk upaya untuk bersama-sama merasa "memiliki" dan peduli terhadap kondisi hutan. Tidak hanya soal pepohonannya saja, namun peduli juga terhadap hutan beserta segala ekosistem yang ada didalamnya.

Gerakan adopsi hutan

Gerakan adopsi hutan ini ditujukan untuk siapa saja, sebagai bentuk dukungan kepada para penjaga hutan, warga sekitar hutan dan juga para aktifis lingkungan dalam menjaga dan melestarikan hutan.

Gerakan adopsi hutan merupakan perayaan dari Hari Hutan Indonesia yang mana tahun ini adalah tahun pertamanya sehingga bisa dijadikan tonggak sejarah kepedulian kita terhadap hutan.

Jadi yang dimaksud dengan adopsi hutan adalah gerakan gotong royong secara bersama-sama untuk menjaga hutan yang masih ada, mulai dari pohon tegaknya, hewannya, flora eksotisnya, serta keanekaragaman hayati lain di dalamnya. Dengan demikian siapapun dan dimanapun juga, dengan melalui gerakan adopsi hutan bisa terhubung langsung dengan ekosistem hutan termasuk juga dengan para penjaganya. Jadi tidak perlu harus turun tangan langsung ke hutan ya bro.

Nah pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya?

Caranya cukup mudah saja. Bagi siapa saja yang ingin berdonasi pada adopsi hutan bisa dengan cara melalui situs kitabisa.com. Selain itu donasi juga bisa melalui situs harihutan.id yang mana sudah terdapat menu donasi, dan selanjutnya adalah :



  • memilih jumlah nominal donasi
  • memasukkan data diri yaitu nama dan email/nomor whatsapp
  • memilih metode pembayaran (bisa melalui transfer bank atau dompet online)
  • scan kode QR untuk instruksi pembayarannya

Hasil dari adopsi hutan ini akan di salurkan kepada lembaga-lembaga selama ini aktif dalam pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati didalamnya yaitu :

  • Profauna Indonesia di Kalimantan Timur dan Jawa Timur
  • Forum Konservasi Leuser dan Yayasan HAkA di Aceh
  • Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) di Kalimatan Barat;
  • Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI di Sumatra Barat, Jambi, dan Bengkulu.

Tidak ada usaha yang sia-sia, dibarengi dengan niat yang tulus mari kita bersama-sama untuk peduli akan kelestarian keanekaragaman hayati hutan. Jika jarak dan waktu yang menjadi masalah dan kendala, maka lewat adopsi hutan kita bisa berpartisipasi dalam menjaga dan merawat hutan demi kelangsungan hidup di masa mendatang.